Try to search for The Things?

June 21, 2011

Fakta?

Saya selalu bingung kalau disuruh nulis sesuai tema, rasanya sebingung orang yang harus disuruh maju ngapalin Dasa Dharma Pramuka pas upacara. Meskipun hafal di butir awal, dijamin pas tengah-tengah blank dan mulai ngelantur. Karena 10 butir kalimat itu susah sekali dihafal dalam kapasitas memori otak saya yang terbatas. Sebagaimana tulisan, 10 angka merupakan rangkaian rumit nan panjang untuk menjadi tulisan yang lengkap dan layak dibaca.

Hobi ngelantur saya selalu terbukti sukses dan terjadi alamiah kalau saya disuruh menulis dengan tema “A” atau tema “B” atau tema “ABCD”. Maunya saya nulis, ya nulis sesuai yang keluar dari pikiran saya, tidak perlu memikirkan bagaimana tulisan ini akan berprolog dan berepilog, bagaimana tulisan ini akan dibaca orang dan sesuai dengan tema, bagaimana tulisan ini mengantarkan pembaca tidak bingung hingga ke titik akhir bacaan dsb dsb. Tapi seegoisnya saya menulis, kalau dipikir-dipikir, jika memang mau menulis yang model sesuka saya, dan tidak ditakdirkan untuk dibaca orang lain, saya bisa menulisnya tanpa dipublish (apalagi di blog semacam ini). Akhirnya saya mengalah dengan ego aneh saya tentang menulis. Konklusinya: saya harus banyak belajar menulis dengan tema. #c.a.k.e.p! Yukyak yuuuk..

And here we go..in the point i want to share: 10 big facts yang (sebenarnya) ingin aku dekap saja dan finally, sekarang aku harus nyatakan kepada dunia. Oh my Gosh, wish I could be the one of the Hollywood star, this revealing could be gained uncountable glorious dollars in my pocket. Haghaghag

#1. Point pertama ini akan dibuka dengan keinginan saya yang terpendam: Saya ingin menjadi PENYANYI SOLO. Jedeeeerrr! Bahkan belum apa-apa saya sudah membubuhi kata sifat sesudah kata benda itu; penyanyi+solo (pula!). Saya suka menyanyi, dimanapun dan kapanpun (karena itu saya enjoy dengan segala jenis musik). Saya pernah ikut paduan suara sewaktu SMA. Saya selalu merasa suara saya cukup oke, tapi fakta perih melanda ketika saya record suara ‘merdu’ saya di hape, tiba-tiba saya menertawakannya (sekaligus bullying diri sendiri).
Saya bertekad jika punya uang lebih, saya mau ikut-ikutan para aktor dan aktris yang bersuara pas-pasan itu untuk ambil kelas vokal, demi mengatur suara ‘gembreng’ saya menjadi semerdu ‘stoples’. Tapi dipikir-pikir, lebih baik saya tak mengusahakan untuk menjadi penyanyi solo, obsesi yang terlalu rumit. Mempunyai SUARA yang ENAK DIDENGAR sewaktu MENYANYI saja sudah cukup membuat hati saya setenang air tak beriak.

#2. Saya ingin TRAVELING keluar negeri ala Backpacker. Dengan bantuan tiket flight promo pulang-pergi, dengan bantuan teman-teman yang lagi stay di luar negeri, dan dengan uang tabungan saya sendiri. Cukupanlah asal masih daerah yang terjangkau macam Bangkok, Kamboja, Jepang, RRC, dan bukan ke Alaska atau Afrika. Toh kalopun saya punya mobil untuk dijual, uangnya akan saya buat untuk mengunjungii Praha, Chekoslovakia.

#3. Sejauh nama saya bermetamorfosis, saya paling suka dipanggil KIM-KIM atau KIMMI. Well, nama saya sebenarnya sudah cukup kece: Alhimny Fahma Emza, tapi ibu saya memanggil saya dengan nama Fahim sejak kecil. Alasan beliau cukup simple, dengan “Fahim” ia ingin memudahkan siapapun yang hendak memanggil saya (see? Begitu baiknya ibu saya, hingga untuk menciptakan nick name saya ia tak melupakan peran pemanggil nama). Saya curiga dengan alasan tersebut, jangan2 ini obsesi beliau saja karena saya yang digadang2 bakal jadi anak laki-laki, ternyata terlahir perempuan.

So everybody, mari kita ikuti siklus perjalanan nama saya: Dari Fahim menjadi Fakim (saya juga tak tahu mengapa ‘H’ bisa menjadi ‘K’, dan teman2 SMA saya begitu entengnya menulis panggilan ini dengan tulisan: Fuck Him di biodata kelas), lalu menjadi Rokim (yang saya tulis dengan lebih keren: Rock Him), lalu Rocking Bird (jaman saya pas lagi SMA ini lagi ngetrend-ngetrendnya lagu dengan judul: Mocking Bird, nama saya turut andil memeriahkan blantika lagu Eminem tersebut di lingkungan asrama dan sekitarnya), lalu Rock-nya diilangin, menjadi Kim (kali ini saya sering membubuhi Kardashian dibelakangnya, hehe) dan terakhir menjadi kim-kim (ini adalah ulah teman sekos saya yang mengarang nama2 teman-temannya). Pada suatu moment alay, saya juga membuat nama Kim-Kim ini tidak terlihat monoton, terciptalah juga Kimmi menjadi nama sampingan saya selain Kim-Kim. And finally, all my beloved family juga ikut-ikutan panggil saya dengan KIM. Wassalam sudah nama ‘Fahim’ saya. Kecuali dengan anak kampus, they still call me an odd, Fahim. Untuk lebih jelas berikut siklus tanpa penjelasan dari nama saya:
Fahim – Fakim – Rokim – Rocking Bird – Kim – Kim-kim – Kimmi. Which one the coolest name u’re gonna vote for me?

#4. Considering that I’m not really photogenic face to be captured by Polaroid, and heartening to know it, I hold this number to my sudden passion in photography. Maunya sih bisa belajar MEMOTRET objek dengan hasil bagus. Belum ingin jadi fotografer, karena kamera professional saja saya hamba tak punya (Sini yang udah punya, hibahkan ke aku). Tapi pengen bisa motret2 aja. Yes, I want to learn about photography (anyone wants to be my coach?).

#5. Tulisan saya bisa nembus ke Koran, terutama The Jakarta Globe. Hahay! Tidak perlu diperpanjang ah bagian ini (mengingat, membuat tulisan ini saja saya malu luar biasa dengan hasilnya).

#6. Perpus yang sedang kami (saya dan sepupu2 saya) rintis di desa pelosok kelahiran kami bisa everlasting live. Nama perpus ini AVERROES. Mungkin bisa juga dipanggil Perpus Virus, atau Perpus kak Ros (lebih gampang). Buku-bukunya bertambah banyak, yang datang membaca sewaktu prime time (jam-jam sinetron tayang) lebih banyak dan anggota yang mendaftar tambah banyak. Amin. Semoga bisa 11-12an lah kelak dengan perpustakaan BatuApi di Jatinangor Bandung. Amin lagi.

#7. Kalau disuruh memilih tiket gratis nonton konser atau pagelaran WAYANG, saya pasti dengan mantap pilih yang kedua. Nah giliran ditanya alasan, saya pun tak tahu. Entah mengapa mata saya justru terbelalak, terhindar dari kata ‘mengantuk’ ketika banyak orang bilang nonton wayang itu membosankan dan gerbang utama menuju dunia mimpi.

#8. Selalu ingin tampil di depan (maaf Yamaha, motto kita hampir sama). I used to have a role in competition or chance that people get in question. I love belong to subjects around me when keep vying. Such an energizing fiber ever tasted!

#9. Saya suka berkebun atau GARDENING. Bersama dengan ibu di rumah, setiap saya pulang kampung selalu diajak melakukan aktifitas yang berhubungan dengan tanah, sekop, gunting tanaman, pupuk bunga,pupuk kompos, dan sejumlah pot. Ada banyak jenis tanaman di rumah, yang sayangnya sering terbengkalai karena Ibu tak cukup waktu dengan ini.

#10. Kerap bertindak SILLY terhadap barang baru milik kakak (jaman masih ingusan dulu ya). Salah satunya adalah aksi heboh saya nyemplungin baju baru punya kakak ke sebaskom aer pas malam takbiran. Alhasil kakak nangis meraung-raung tak terkendali, dan lucunya saya pun juga nangis. Bedanya dia nangis karena gak bisa baju baruan di hari Lebaran (maklum ya saudara, jaman itu mesin cuci+drying belum ada), sedangkan diriku nangis karena aksi teaterikalku tak mendapat respon positif dari Ibu. Ibu saya lempeng aja gak beliin si pelaku aksi nekat ini dengan baju yang sama seperti punya kakak. Mungkin ini nasehat implisit beliau untuk tak berlaku sirik.

Demikianlah ulasan 10 fakta tentang seorang Kimmi, eh Rokim, euh Rocking Bird, uh Fakim, eeeeu (whateva!) seorang gadis muda yang mengembara ke berbagai kota sejak SMA. Sekian.

Gilingan, ternyata saya sudah terlalu banyak 'mengoceh' hanya untuk cerita 10 fakta tentang saya. Sekarang giliran nge-tag (boleh gak ngetagnya dicicil?, soalnya sementara hanya ada beberapa yang aku kenal)

1. fikachu : temen seperjuangan sejak SMA-kuliah, dia jago loh kalau disuruh nulis, tp kalau disuruh ngomong suka liyer,gak beruntun kalimatnya. Makanya saya suka kalau baca tulisannya tentang suatu kasus drpd dengar dia berceloteh.

2.kak icha : dia guru saya nge-blog. hahaha anak komputer S2 pula!, tp sekarang kok jarang nulis ya dia?

3. Bang Eddy : Dia selalu support buat untuk terus nulis...nulis...dan nulis.., i can't say many words for him than call him Futuristic Man. gak tau dia bakal ngerjain gak tag ini.

udah ah, segitu dulu aja, ntar saya cicil nambah tag-nya, saya mau maen-maen ke blog tetangga dulu.


--Kimmi--


9 comments:

Huda Tula said...

cieh cieh yang tag nomer 3, hehehehe...

ternyata sejarah nama Kimmi panjang juga y? tapi ada yang ga enak juga F*** him??

>salut banget sama kegiatanmu bikin perpus. SALUT!

Ajeng Sari Rahayu said...

Jadi udah mengembara ke mana aja Kim? aku juga pengen backpackeran sama punya perpustakaan di rumah, atau seenggaknya perpustakaan untuk masyarakat di sekitarku. daripada mereka ke warnet terus >.<

Kimmi said...

@ajeng: belum buu, blm kemana2. kalau jawa sdh diublek2. ayuk bagpacker-an. yuk mulai skrg nyicil kumpulin buku2. jgn lupa tulis harganya, kelak ank cucu kita tau btp murah buku yg saat ini kita beli, tp manfaatnya spnjg masa.

@huda tula: Ssst..jgn berisik. :)
gakpapa hoed, kamu pake bintang juga uda ngerti kok itu tulisan apa. hehe

Fika Murdiana Rachman said...

yeah ndu... wong kamu yang nglindur kok kalo tak ceritain :(
good job sista, keep writing

Kimmi said...

@fika: hahahaha, karo turu-turu ancen lak mbok dongengi. ayo tag ku dikerjakan ya..

Fika Murdiana Rachman said...

yo, eh ada satu namamu yang belum tercantum. WINDU ^^

Kimmi said...

Ya Tuhan, iya windu! but it doesn't take any metaformasis yet in my name before, deprina...

Ajeng Sari Rahayu said...

nyelesain kuliah dulu Kim, baru senang2. Kamu asline ndi?

Kimmi said...

asline? aku asli jawa..:)

There was an error in this gadget

Follow