Try to search for The Things?

March 25, 2013

Polkadot dan Utang Ojek



Terlalu menjelaskan diri/openness itu kurang bagus. The Secret katanya bilang, kalau gratitude list (kelimpahan rezeki dari Tuhan ke kita dan alam lingkungan di sekitar kita) cukup dituliskan ke diri sendiri saja. ENGGA PERLU DITULIS DI BLOG gituh!. Whatever, I write what I feel. But eh! I take it, at least I will reduce the composition of writing I am, Me, and My own. Agree?

Tadi pagi si editor fiksi secara resmi dinobatkan masuk ke divisi teenlit dan menyandang gelar editor senior bidang peremajaan. Oh Merde! berbahagialah ia dalam kutukan. Oh gaya kawula muda si editor diam-diam sudah mengakar dalam jiwanya sebenarnya, laporan si keponakannya. Sang keponakan menyebut bahwa jabatan editor senior teenlit layak disandang oleh tantenya, karena Seven Sins yang ia perbuat. Salah satunya baju polkadot yang si editor beli. APAH? POLKA DOTS? Apa bisa dijelaskan alasan ia membeli baju motif yang umumnya dipakai anak TK dan pola furtinur itu? p-o-l-k-a-d-o-t pemirsa!

"Bentar-bentar saya bisa jelaskan semuanya" kata si editor buru-buru meralat kesalahpahaman yang terjadi di planet bbm-sky ala artis diwawancarai di Infotainment.

"Tak ada waktu bagimu menjelaskan itu semua! you're dirty young lady!" timpal si teman bbm-nya yang menyebut dirinya clean lady (tukang bersih-bersih maksudnya? lol) tak kalah ter-Infotainment juga dia.

Hanya selembar kain bermotif polkadot bisa menumbangkan citra seorang editor yang sudah malang-melintang di jagat pengeditan naskah. Dan kabarnya, ia juga sudah membuat tens of books. Tapi tiba-tiba dasar si editor gak mau kalah jawab aja gitu dia sesukanya.

"Gue tu suka Frank Sinatra, saking sukanya "Polka dots and Moonbeams" nya dia, wajar kali gue menghayati dengan beli kain bermotif  yang kalian hina dina itu".  Okay, ngeles gaya apa ini? gaya Agnez yang ga bisa bedain Borobudur ama Prambanan? "Nasib gue ini, sial banget. Gue sah ngeditin kisah cinta orang lain, nah kisah cinta gue aja masih bercecer dimana-dimana". Curhatan si editor sudah menye-menye ala teenlit rupanya. Ia benar-benar menjiwai perannya! Salut.

Si teman bbm-nya, let's call her clean lady (iya kan, tadi udah sepakat?) secara effortless bilang "Hari ini gue ngutang empat rebu ke abang ojek". Nah sangat random sekali laporan masing-masing di bbm-sky.

"Elu ga ninggalin KTP kan sama babang ojek?". Si editor nanyanya lawas banget.

"Yakali gue mau minjem DVD, dompet gue bablas isinya receh. Ceritanya gue kesiangan bangun, keluar kos  dan matahari lagi gaharnya, ada ojek nongkrong semlohay di pojokan, semacam temptation kan dia itu?. Tertariklah gue meng-endorse jasanya. Pas sampe di lokasi, gue diturunin di deket satpam gedung. Pas buka dompet, tinggal sebelas rebu satu-satunya sebutan uang yang nongol di dompet gue!, utanglah gue ke dia empat rebu". Clean lady nyeritain kronologisnya.

"Terus, gimana kata abang ojeknya? elu ngomong gimana?." Si editor rupanya tak sabar mendengar lanjutan kisah Clean lady. Dikira mau nembak si abang ojek kali ya?.

"Ya gue mesem-mesem tak berdaya lah, nyodorin uang sambil bilang: utang ya bang empat rebunya besok lagi. And si abang ojek gue buat speechless lah akan pidato kepasrahan gue sambil bilang: Iya neng gakpapa, besok abang standby di pojokan lagi". Ahiks!


"Konyol! Lu janjian ama abang ojek?!  Tapi gue somehow khawatir aja kalo elu sampe ketangkep Satpam Gedung gara-gara gak mampu bayar upah si babang ojek". Okay ini agak lebay, next.


Si Clean lady dan si Editor akhirnya saling menerima imperfection masing-masing di hari ini. Pelajaran yang sangat berharga di kisah ini adalah (hahaha maksanya ini kisah): selalu ada kisah konyol dan cara menarik ujung bibir membentuk kurva ke atas di setiap shit happens yang datang. Nothing happens without reason, begitu katanya quote-quote bijak.

Si Editor: Terima kasih Tuhan Kau limpahkan Polkadot motif, yang saya beli juga bajunya, dan saya jadikan sign kalau itu akhirnya jalan menuju ke dunia "muda" untuk saya, dalam hal ini kerjaan. Saya berasa menemukan anti-aging melebihi krim yang dipakai Mama-nya Raffi Ahmad! *bangganya minta ampun anak ini.

Si Clean Lady: Terima kasih Tuhan Kau memang keren, gara-gara malu utang empat rebu, saya harus bangun lebih pagi dan gak akan meng-endorse ojek lagi, demi memulihkan prinsip hidup saya yang ga mau utang sepanjang masa!. *belagunya offside dah si anak!


~Kim






March 21, 2013

Melihat Diri Sendiri



Sedang menikmati kecanggungan melihat diri sendiri secara dekat, kebingungan melihat dunia sendiri secara detil, dan berakhir di kata either helpless or hopeless untuk menyiratkan kondisi keduanya.

Anonymous said to me: "kamu terlalu banyak hidup di dunia buatan orang".

Orangnya bilang lempeng, sambil ngajak selow sejenak nenggak air putih, ngetoss bareng. Berbalik 180 derajat dengan saya yang dziiing inside. Saya mau berangkat ke Bali sajalah kalau begitu, berguru ke orang yang lempeng ini tadi. Nyari Daksa, mendengar Ishwara, belajar ke Drupadi, nyari I Ketut Liyer, nyari ketenangan, nyari jiwa yang hilang (apa ya, the lost hope?).

"Tuh kan, nyari ketenangan kok sampe segitunya? ga alami." si lempeng bilang gitu lagi.

Lalu kemudian hening sejenak, apa iya? *iya kamu tuh gedubrakan sana-sini kalau bingung melanda, maen hajar bleh-bleh kalau lagi "diserang", bahkan urusan fixing your self aja segitu carut marutnya caramu.

Emang segitu complicated-nya ya si virgo itu?. *iya emang gitu. Kamu tuh terlalu over-thinking terhadap apapun yang ada di diri kamu. Bagaimana menggambarkan ke-overthinkingan-mu itu ya salah satunya kamu terlalu details. Next yang lain kamu terlalu picky about what you bring into your live, terlalu serves to others. Iya sih suka nolong, tapi juga ga bisa sampe lupa nolong diri kamu sendiri gimana, ga bisa ingat gimana save your heart. Kamu juga humble-easy going, jalan terus dan hampir ga pedulian. Kamu ga bisa dihalang-halangi kalo udah punya mau. Heyaampun kamu itu keras kepala! itu kata yang tepat, paling keras daripada kepala-kepala zodiak lainnya, another word itu adalah kamu: ngotot banget.

Emang ga boleh ya kalo ngotot? toh yang ngotot kan perilaku saya, in pursue WHAT I WANT and WHAT I NEED. Kenapa situ sih yang rese?. Ga suka? yaudah next aja. Saya tahu kok gimana dan kapan saya harus ngotot (almost all the time though), tapi saya itu 'attention to details', jadi tahu presisinya saya mendapatkan keuntungan dan ekspektasi dari kengototan saya. apa ya istilahnya? ngotot yang positif, gak ngawur.

Terus emang situ yang Leo, Cancer, Aquarius pada ga punya sifat yang nyebelin apah?. Kalian juga macem-macem sifatnya, ada yang suka marah-marah, suka gampang kepincut ama yang di luar-luar sana, suka mikir ga pake hati ama perasaan, suka mendewakan dan menomorsatukan teman-teman, suka tergantung ke orang lain, terlalu mencintai diri sendiri, menganggap dirinya paling benar, mengira dirinya yang berkuasa, berpikir dirinya paling rasional, dan lain-lain silahkan giigling untuk melihat lagi apa elemen yang kalian punya. *hey, it worth to

Lho kok saya jadi mengkonfrontir sampe ke zodiak-zodiak lain sik?, mau nantangin apa ini. Haha cuma ngasi tau kalau mereka juga punya another absurdity, kayak-kayak virgo aja yang susah dimengerti maunya.

Yaudah segitu aja. Intinya, sifat emang gabisa diubah (dan ga perlu protes kalo emang udah jadi sifat tetapnya), cuma kemudian ia bisa diatur lebih lentur, fleksibel demi menjaga harmoni. *iya harmoni hidup diantara zodiak kalian-kalian itu!



~Kim

March 17, 2013

NGIRI



Saya NGIRI, JEALOUS, ENVY tapi gak sirik sama apa yang mereka capai. Intinya ini bulan Maret ya? sebelum April harus ada itu namanya hasil yang sudah didamba-damba sejak tahunan lalu. Duh, ini butuh selongsong peluru buat nembaki titik-titik semangat saya. Butuh kepala ini dilas kayak teralis besi rumahnya Djoko Susilo itu, biar mengokohkan apa yang sudah diangan-angan jadi real yang gak bullshit. Demi White Hyacinth dan Swedish Ivy.

Udah dikasih sakit semingguan (kemungkinan bobot bakal turun inih?) yang bakal impasin dosa-dosa yang banyak banget ini (serius lo?). Udah dikasih nikmat sama Juragan-nya Alam Semesta ini, banyaaaaak banget countless deh. Udah dikirimin juga sama Sang Gusti segala bentuk rasa sakit yang mendewasakan urusan cinta. Udah diapa-apain black and blue sedemikian rupa urusan kerjaan. Terus masih ada keponakan yang kadang nelpon di saat yang tak terduga.

KILL ME NOW!

Rasuna Said,
~Kim Rock!

Being non-MAINSTREAM




Apa benar itu yang namanya sunset menggiurkan, dan sunrise memanjakan? Saya tidak tahu, karena saya jarang bangun pagi-pagi. Lagipula kalaupun saya bangun untuk menunggui sunrise muncul, sejauh mata memandang adalah jemuran bra, sprei dan celana boxer dicentel sana sini.  Atap-atap rumah di sebelah kanan-kiri saling beradu tinggi, hingga dari kejauhan raksasa gedung metropolitan menginduki. 

Ketidaktahuan saya yang kedua, adalah saya pekerja from 9 to 6. Tidak mungkin juga saya keluar kantor tiap pukul 5.40 pm untuk menyemai matahari pulang ke peraduan? Yang ada malah gedubrakan sana-sini ngerjain tugas sesegera mungkin, dan pulang pukul 6 tepat agar tak terjebak macet di jalan, meski tetep macet tak terelakkan sih.

Itulah kiranya semakin lama, bejibun orang ingin menikmati momen alami itu se-precious mungkin. Jauh-jauh perencanaan hanya untuk menjadi saksi bagaimana ciri alam mengawali dan mengakhiri hari. Saya masih tak paham. Bukankah itu hal yang sering kita abaikan?. Plus itu terjadi setiap hari? Apakah ini artinya kita mulai memburu sesuatu yang makin esensi? Semakin detil dan semakin terabai?

Tapi sekali lagi, I just don't get it indeep.

Pemuja Sunrise dan Pendamba Sunset itu julukan yang terlalu mainstream menurut saya. Terlalu banyak yang mengklaim hobi tersebut. Pun jika saya mendapatinya, it's beautiful to seen only, indeed it’s temporary beautiful. It will be the same by today, tomorrow or the day after tomorrow. I say what makes both precious? and I'm curious there must be more precious than both, if not the superlative degree couldn't exist anyway.

Mungkinkah saya akan mengatakan, itu keindahan yang melenakan? It’s only about SUNRISE and it’s SUNSET! Jika fajar terbit dan menyingsing setiap hari adalah berbeda, and never make them twice, well it’s nature!. Atau mungin keindahan jenis yang diredam manusia ketika takut jika saja esok ia tak ‘dijemput’ matahari lagi?

Selagi kita diberikan anugerah Tuhan untuk bisa menikmati apapun dengan indah seharusnya bisa ‘melihat’ yang lain-lain juga indah? Cobalah untuk meninggalkan sejenak ke-mainstream-an, tengoklah barang sebentar apa di sekeliling kita. Every single modest thing into you is also made them so beautiful, in their ways.

The way we breathe, the water falls in our bathroom, the non-AC air you grasp, the sounds you still hear through, the body with all-you-think contains flaws, the brain that couldn’t stop thinking, the mouth never stop mumbling, the ups and downs energy, the eerie that deluge inspiration, the our CLOSE and OPEN eyes every day. All I can say is they are just the same angle as the way you think about the mountain breeze, the river water flows, the peak’s H2O, the concert and musical theater  the all prominent ladies and guys you ever seen in the idiot box, the genius who ever exist in this world with their brilliant thought, the speech who delivered in every summit stage, the catastrophe and bless occur in our universe, and the HAPPINESS we absorb in the cheeriest moment, the SUNSET and SUNRISE in our own angle.

All I need to say is we’re too forgetful the way about how to see details (or it's gonna said we tend to be much grateful in our life?). We are people much more see the beautifully clear seen by eyes, but eyes of us miss the beautifully side in our single life actually. Our movement is precious, only the way we could see it’s worth to called by precious or fabulous.


Another thought of being non-mainstream
~Kim



March 15, 2013

Follower?



Do you think you need everybody follows you?. Even in the twitter, even the facebook, the blog, the path, the insta, the tumblr, the soundcloud, the everything you exist in some social media? And the whatnot things you did? do you think it need so?.

Phewww...!
It's overwhelmed,
It's untouched,
Have you ever paused the scene you did in second? better you try.

Signing out is relaxing, pausing is breathing. Gadget-less sometimes brings you back into "you". Awesomeness is not the way you've been following by people. Still do not get the point why everybody keep on being followed (and forced everyone to press the button "follow")

It's like, if you do what you're keen to do, then just do. You're not pleasing anyone. You are still ok without being followed anyone, didn't these phenomenon happen twice before social media born in your age, do they? If somebody out there don't like you have been created, who the hell are they? You just lift the more awesomeness deed. Why so matter?

Being sincere:
Eerie to know that value is scored by only a number. It's grey, indeed. The goodness is crammed by the grey. Something that between gloom and grim. Its awful. and I don't understand.

Just like I do writing, my notions more like:  the writing itself creates space for silence and pause, to breathe.


~Kim

Mari Yoga Gembira



Minggu kemarin, udah niatin dengan sepenuh jiwa raga buat ikut Yoga Gembira di Taman Suropati Menteng. Bisa juga ya ternyata saya bangun pagi? Jam 5 (lewat lebih banyak) baru sholat subuh. Mending ya, daripada skip sholat? *no offense lho.., terus jam 6.30 cabcus naik kopaja. Dan kalian tahu temans? saya ambil kopaja 620! which is itu kan lewat Pasar Rumput dan Blok M! OhMy! berapa tahun saya tinggal di Jekardaaaa!. Akhirnya saya turun di pertigaan Four Season itu, dan mau naik kopaja 20, nanggung amat. jadilah dengan memanggul mat ijo saya, saya menyusuri dua lampu merah hingga ke Taman Suropati. Ngos-ngosan duluan ini  judulnya sebelum yoga.

Sampai di TKP, udah telat lumayan, tigapuluh menit sob!. Tapi no matter lah, yang penting asik, ikutan yoga lagi setelah vakum karena alasan yang dibuat-buat. Kapan lagi tidur-tiduran gak bersalah di tengah taman gitu? sambil menghirup udara segar?. Ayo kalian yang mau ikut silahkan...ini gratis lho. Cuma di akhir acara, kita ngasih sumbangan sukarela, berapa-berapa aja.

Here some action:





Ayo kita Yoga!
~Kim

Look!



Hello Folks,
Pengen aja ngepost putu-putu yang diujicobakan kemarin. hehe janganlah adinda dan kakanda mual melihat hasil jepretan saya ya. : )  Solely, saya lagi belajar, jar, jar..sama fotografer-fotografer media *sambil bermodus?*

Luuuuv the greeny one!
Cheers!


Sunset Sunda Kelapa

Taman Menteng

Mainin speed, diafragma, dan ISO
uda pada tau dong ya ini dimana? Fatahillah Squere

*mmmm* segala kaki ini dibawa-bawa maksudnya apa ya?

Ini anak yang nawarin perahunya di Sunda Kelapa. Sekali tarik 40rebuan

Kali di jembatan merah

Sunset at Sunda Kelapa




XoXo
~Kim~

March 11, 2013

Hendak Kemana?



Jadi gini ini ya, yang namanya hari Kejepit Nasional, agak 'selo' kerjaan, karena emang beritanya juga lagi gak segitu hectic-nya, tipikal media di Indonesia kalo besoknya ada public holiday, haha. So habis baca majalah TEMPO yang baru tiba di meja ruang riset, covernya adalah empat sekawan yang diduga terseret kasus simulator SIM, yang tokoh utamanya si Inspektur Jendral Djoko Susilo itu. Well, lupakanlah si empat sekawan, karena yang lagi happening sekarang adalah aset dan aneka harta yang dimiliki si Djoko dibeberkan bak gambar permainan monopoli di majalah ini. Either harta korupsinya or money laundrying-nya, nikahannya sama mantan Putri Solo 2008 and so whatover-nya dia, yang bikin saya like raising eye brow when he's not even hot (oh plis) but he able to execute the term: Money Talks.

Ya meski si pengacara doski: Juniver Girsang keukeuh bilang kalau KPK lebay membicarakan aset Inspektur yang bernak pinak, tapi deep inside saya yakin kalo KPK ada di jalan yang benar. Kekayaan resmi doski yang terlapor cuma Rp 5,623 miliar. Lha terus rumahnya doski yang di inih-onoh aja udah berapa miliar sendiri itu sob?. Belum lagi, hal yang membuat saya disgusting, udah perutnya buncit nih ya, ikat pinggangnya Hermes yang berkisar 30 jutaan kalo kalian beli per item. *hmmm evil look banget kan muka saya?

To be honest which is in this real 2013 life, istri ketiga doski somehow kok mau gitu ya? That the question should answered by how 'Money Talks' took its occupy smoothly. Maksud saya ini kalau emang mau punya rumah, ya kerja. Mau punya porsche ya kasih bocoran informasi teroris gih ke CIA sonoh, mau beli gadget ogah rugi ya ikutan kuis, (hehe tim gratisan asoy) mau liburan gratis ya ikutan kuis lagi. haha simpel tapi susah kan ya? Emang dasar sifat kita-kita ini mau yang instan, serba terburu-buru, mau jadi sekarang juga, bahkan urusan cinta. *Lhaaaa....ini kenapa jadi cinta-cintaan lagi ya? maaf typo total. haha

Anyway, ya emang susah sih ngomongin pergolakan negara dan segala kekompleksitasannya di tahun edan kayak gini. Tapi nurut saya in term of comparison, di negeri Jiran sonoh gak segitu rumitnya deh dibandingkan the way we look over at our own country. Mereka susah senang asal kerjaan gak diganggu, gaji lancar, ekonomi stabil jaya, gak akan mencampuri sedemikian rupa ke governence-nya, at least this is IMHO lho selama kerja di perusahaan yang berbadan hukum Sdn Bhd ini. Apa ya istilahnya mereka bilang ke pemerintahnya: as long as you don't screw my life up, I won't fuck up yours too.

Dalam satu kesempatan saya bertanya kepada colleague dari negeri Jiran itu, dia bilang kalau rasuah memang banyak terjadi di negaranya, and this crisis menurutnya, crisis to the max. Elaaah...cuma rasuah alias suap menyuap toh? Kita dong ya, banyak banget jenisnya dipilih kakaaaak.., jenis korupsinya kakaaak..ada gratifikasi, money laundry, uang terima kasih, uang balas jasa, uang lolos proyek, uang penyuapan pemilihan gubernur, uang pelicin, uang pelancar, uang perdamaian, dan entah uang apalagi?. Its exhausted. And for God's sake it's so true and it happens in bloody rich our country.

Haha beyotch, seriously ini saya lagi bahas something yang so huge matter ya kesannya?. Segala negara-negara dibawa?. Harap maklum aja ya, soalnya gak asik kalau spamming di TL nyumpah serapahin negara, kok kesannya "hello, lu lagi tinggal di planet, exactly pulau, negara apa emangnya sekarang?". Jadilah saya curahkan isi hati saya di sini, ya daripada curcol soal cinta-cintaan mulu yang so last yesterday. Haha abaikan paragraf yang ini kayaknya lebih baik.

'Hendak kemana' memang lebih pasti dipertanyakan daripada ngurusin soal Djoko Susilo dan Putri Solonya itu. Hendak kemana negara ini mengarah? Kita udah merdeka berapa tahun ya? What sort of proud we bring it on? Kita masih bangga kah punya negeri Indonesia? Still, does Indonesia make sense? We'll see.



Lotta Love
~Kimmi~


PS: Selain curhat soal pergolakan negara, saya sisipkan juga pattern anak gaul Jakarta yang ngomongnya suka pake campur-campur either Bahasa Inggris or Bahasa Indonesia (<--ini nih contohnya, lol ). That's the trending talks in the air anyway dude :-)))

March 07, 2013

Accept Me Flaws and All




Semalam lihat American idol di salah satu channel TV yang banyak semutnya, tapi suaranya cling kayak sound system kondangan sebelah. Ada peserta yang nyanyi lagu Beyonce - Flaws and All. Lagi lagi itu judul didapat setelah giigling dengan mencantumkan salah satu lirik yang didengar samar-samar.

*Mumbling* Betapa serunya cerita yang mirip Pretty Woman ini di kehidupan nyata nan fana ini?. Eh sorenya saya beradu mulut, mm..lebih tepatnya perang 'urat gadget' dengan si dia. Haha karena kurang intensnya komunikasi (maybe?) jadi ujungnya marahan. But it's not even the point. He assumes me with all assumption in his box, never keen to have an eye in another box.

1. Dia marah-marah (Kenapa ya dia gak nerima penjelasan baik saya? siapa sih yang mau orang yang dikasihinya menjadi marah? dan juga....dia tidak menerima 'kegagalpahaman' saya) 

2. Dia minta saya supaya dewasa, dan berpikir dewasa sedikit. (kenapa ya dia gak mau nerima apa adanya saya? Lagian, dewasa menurut apa dan siapa sih yang paling bagus ukurannya? bisa dijelasin?)

3. Dia bilang sifat plin-plan dan tanpa pemikiran panjang saya itu sudah terpola, udah jadi pattern. (ya gakpapa sih  sukur kalo masih ada yang peduli dan notice saya dengan sikap "asusila di dalam hubungan" menurut versinya, tapi kesannya kayak saya gapunya pendirian deh) Saya sempat arguing dengan segala reason dalam versi pemahaman saya. Tapi kalau gak clique in his box ya udaah...saya lambaikan tangan ke Mama Laurent saja *eh udah gak ada ya Mama Laurent?

Padahal.....

1. Apa saya pernah marahin dia karena gak suka dengan sikapnya? (haha baiknya saya ya? ga punya hobi marah-marah. Tapi sekali ngeliat salah di dia, jangan pikir dengan mudahnya mengembalikan saya dalam posisi kekuasannya lagi. haha kaya saya area kekuasaannya saja)

2. Masih belum tahu dimana terminasi dewasa dalam versinya. Entah mungkin juga dalam versi man territory. Bisa dijelasin plis.

3. Ya maaf, saya memang gak aware dengan sikap saya yang kayak gitu. I would do anything from what I believe in, from head to heart that come with.

Hah, yasudahlah, kali ini bentangan jarak ratusan kilometer yang sudah ditempuh desse harus diikhlaskan hanya karena beberap menit adu argumen di gadget masing-masing. Hah yasudah..., meski agak sedih. Ya dibuat gak sedih, karena udah sering kok diginiin, lalu dengan sendirinya dilupain-ama yang disana, ya yang disini. Elaaaaaahhhh....pasti mewek ini?



"Flaws And All"

I'm a train wreck in the morning
I'm a bitch in the afternoon
Every now and then without warning
I can be really mean towards you
I'm a puzzle yes in deed
Ever complex in every way
And all the pieces aren't even in the box
And yet, you see the picture clear as day.

[Chorus]
I don't know why you love me
And that's why I love you
You catch me when I fall
Accept me flaws and all
And that's why I love you [3x]

I neglect you when I'm working
When I need attention I tend to nag
I'm a host of imperfection
And you see past all that
I'm a peasant by some standards
But in your eyes I'm a queen
You see potential in all my flaws
and that's exactly what I mean.

[Chorus]
I don't know why you love me
And that's why I love you
You catch me when I fall
Accept me flaws and all
and that's why I love you [3x]

[Repeat Chorus]



With Hug,

~Kimmi

March 05, 2013

Mencari Listrik




Manusia itu kadang aneh. Di saat energi bumi melimpah, dihamburkan seperti hari esok masih ngantri nungguin mereka. Mudah saja, berpikir medioker-praktis kalau nanti anak cucunya masih tetap kebagian (kebagian apesnya? iya).

Mereka itu petentang-petenteng terlampaui bak raja, membuang-buang air untuk kegiatan remeh temeh, lalu menyalahkan siapa saja karena ketersediaannya yang lambat laun tak mencukupi kebutuhan. Mereka pikir air juga area kekuasaannya?. Apa tak pernah terlintas jika suatu saat nanti air enggan mengalir ke pipa-pipa rumahnya, dan anak cucunya kelak yang mendatangi sumber air dengan membawa segala jenis kesulitan di masanya.

Manusia itu tak sedikit yang aneh, ternyata banyak yang mencari colokan listrik di pusat-pusat perbelanjaan -yang tak dapat disentuh pemadaman lokal pemerintah. Tapi lihatlah manusia jenis yang satunya lagi, justru sibuk mencari kedamaian di sudut-sudut desa yang tak tercapai kabel istrik. Di pulau-pulau baru, hanya bermandikan panorama bulan. Syahdunya?

Manusia kota itu tak luput dari kebingungan rupanya. Banyak yang berbondong-bondong ke pusat kota untuk merayakan tahun baru yang gempita dan gemerlap. Namun yang lain berjuang mengasingkan diri di pedalaman bersama kesunyian. Bercengkrama dengan malam, menuju pergantian. Entah pergantian apa. Tahun depan juga pasti sama?

Manusia urban ini tak ubahnya perkongsian kekagetan dari adaptasi sosial dan tempat. Dulu yang didamba adalah "segalanya-yang-ada", sekarang justru merindukan betapa "yang-belum-ada" itu lebih menggiurkan dan menarik hati untuk dialami dan dirasa.

Manusia ibukota itu sebegitu naifnya. Mendamba lagi apa yang sebelumnya tak disuka, dan membuang apa-apa yang dulu dipuja. Bagai sepah.

O Merde! Ibukota sedang dilanda kecemasan. Entah cemas yang sebenarnya atau hanya cemas semata-mata tak bisa lagi bersilang kabar lewat perkawatan dunia maya?. Tak bisa lagi memasang status di jejaring sosial? Menyebarkan segala kondisi ibukotanya untuk lalu didengar dan dibaca oleh desa?.

O ibukota! Jangan salah, desa tak lagi memandangmu tinggi semenjulang sutet atau tower-tower provider yang dipacak-tanamkan di lahan-lahan sawah mereka.

Terus sajalah begitu. Lupakanlah Ende, Lupakanlah Bone. Bahkan ketika kita tahu jika mati total listrik ibukota dalam 5 jam saja, sudah bisa menyuplai listrik ke desa-desa kekurangan sebulan!. Bahkan jika kita ingat, lupakan sajalah, anggap saja tidak penting, besok listrik masih ada lagi, tinggal klik. Besok air masih ada lagi, tinggal putar kran ke kiri.

O Merde! Homo Sapiens, Manusia..


PS: Ditulis ketika mati lampu dan tak ada air, tragedi banjir Ibukota 17 Januari 2013, diposting hari ini.


~Kimmi

Cold Hearted ~sebuah test personality



Sedang membaca hasil analisis Personality Disorder oleh sebuah tes online. Entah kenapa saya tertarik untuk mengklik dan mulai bermain-main dengan pernyataan yang memuat pertanyaan. Anyhow, apa sedang ada yang merasa kapan sepenuhnya kita "mempertanyakan diri" in term to get to know yourself in deep?, like questioning you yourself, so that enhance you to make a good you ahead. Or somebody a must have those tests to reduce impediment your self?. Apakah kalian merasa kesulitan untuk menangkap dan membaca diri sendiri?. Haha, kalimat saya sudah mulai seperti sales ya.

Got many score and cores issue on test I have, that intriguing me, like raising my eyebrow. Is that the real me?

Yang jelek-jeleknya:
Schizotypal Personality Disorder - individual is uncomfortable in close relationships, has thought or perceptual distortions, and peculiarities of behavior; preoccupied with seeing themselves and/or the world as strange/odd.

Obsessive-Compulsive Personality Disorder - individual is preoccupied with orderliness, perfectionism, and control at the expense of flexibility, openness, and efficiency. Core issue is mental and behavioral rigidity/inflexibility. Being taken advantage of, ignoring selflexibility. Cold hearted, selfish, asshole.

Kemudian krik...krik...krik...! HAH? dia bilang saya asshole? Kalo cold-hearted sih iya. Tapi asshole-nya ituloh.., AM I?. Ah, gak cocok deh hasilnya. I don't have  'em at all. Lalu mampir dulu ke kedai sebelah buat nyari Zodiac Truth. Sebuah perilaku defensive kah? may be. Lalu kecapekan ngikutin tes ini-onoh, mulai  membuat analisis sendiri. Nyoba-nyoba membaca diri. Agak aneh ya dengernya, nyoba-nyoba..


Ignoring Virgo will get you nowhere but erased and replaced. Agree!

A Virgo's feelings for someone can change very quickly. The smallest things can either turn them on or turn them off. Agree!

Virgo's tend to not be as organized as others think. Agree!

YES, THOSE ARE CORRECT!

Well, saya mulai cekikikan melihat apa yang mereka tulis bener-bener dupliaksi sifat saya. Mulai ingat, kalau saya aware zodiac sejak SD, Heyaampun! iya gara-gara suka buku Pintar, karya Iwan Gayo. Di dalamnya banyak sekali informasi yang menarik, and zodiac pages takes my heart most. Elemen saya adalah tanah, dan karakter saya: Praktis, Analistis, Kritis, Berkepala Dingin dan Logis, Rajin, Sederhana. Mari ke rumah makan Sederhana..., haha kadang yang baik-baik memang saya ambil dan percayai, namun yang gak baik, ya sudah gak usah dipaksa. Karena pemaksaan bisa masuk KDRT.

Cold Hearted? apakah saya sebegitunya? Dipikir iya juga sih. Pernah suatu hari masih jaman SMA dulu, saya pernah sebegitu bencinya sama orang yang pernah 'dekat' dengan saya. Sumpah demi apa, saya mulai disgusting ngelihat orang itu meminta maaf atau berbaikan dengan saya. Thank God, its temporarily only. Selanjutnya berbaikan dengannya dan hidup sewajarnya, ya kayak dulu-dulu itu gak pernah terjadi. Apa ya istilahnya? Lets by gone be by gone gitu. Tapi ada juga yang sampai sekarang naudzubillah saya gak akan mau ketemua dia.  A BIG NO. Ya mungkin saja in midst of saya ngebenci mereka, bisa jadi keluarlah asshole itu untuk saya. Ah mana saya peduli? baiklah, saya memang selfish.

Siapa bilang saya lurus dan lembut? I'm knife and sharpen deadly. Seorang teman pernah bilang dengan kagetnya ketika saya buat keputusan penting. Dia hanya bilang "kamu ternyata dendaman ya orangnya? gak baik lho". I would say I'm not. Saya cuma ingin mengajarkan kepada mereka "try to walk in my shoes dude!". And that case, they will know lining "injured" and "to be ignored" and whatever I felt..

Sekian laporan singkat saya tentang personality, haha postingan yang rancu, di bawah level random.



---Kimmi---

First Imagesmizing

Hi fellas,

So today I have photo shoot using my camera. Truly, I have just learnt somehow to get used to.
Meminjam istilah Tyra Banks "smizing" (slank nya dari mesmerizing), saya kategorikan hasil foto pamer saya di label Imagesmizing. Etapi kok malah objeknya kamu sih kim? Lha iya, namanya juga baru pertama kali belajar. Suka-sukalah maruknya saya mau pasang objek apa dan siapa.








Location: Taman Menteng and Jalan Surabaya

LotsofLove,
---Kimmi---

Traveling (and not so) Addict



There are number of them looking for happiness by traveling around the world. Also many of them pursue the peace of life by sharing the ideas on how they're travel a lot. And there is one of them feels like dying in a hell just by seeing the ideas of traveling! Suck! That was me..

Blog walking today imbued by various traveling website, from local into international. I'm dying man..., feels like underwater, blup..blup..rescue me!. I'm get into traveling addict, but not really addict so, just saying to myself, I will go to that place, those places, and this place. Time? Budget? let's not talk about it folks..



---Kimmi---
There was an error in this gadget

Follow