Try to search for The Things?

January 15, 2013

I'm not Lost, just Undiscovered

"Kim, coba dengerin Lady Antebellum yang ini *nyebutin judul lagu*  soulnya dapet, liriknya bagus". 

Seorang kawan mencoba mentransfer kesan sukanya yang mendalam terhadap lagu itu kepada saya lewat Blackberry Messenger. Terjeda sesaat setelah kami bosan berbincang basa-basi tentang jabatan Menpora yang sepertinya lebih cocok diberikan kepada Adam Lavine atau Adam Suseno.

Saya membaca sekilas pesannya dan tetap tak bergeming. Namun demi menunjukkan diri sebagai komunikan yang baik, saya membalasnya "I only hear it a few times only".

Saya berharap kawan saya paham dengan jawaban kalimat sopan saya bahwa saya tidak tertarik jika musik terkesan dipaksakan dengan kalimat coba deh dengerin ini. Lalu kemudian memberondong dengan rentetan judul-judul lagu yang ia suka dan belum tentu saya suka. But thanks for recommendation, I appreciate but not as that much as when I will only find the way I adore songs in precious time: my time. Hehe tentu saja saya tidak bilang begitu kepada teman saya. Bukan, bukan bernada manis najis menutup-nutupi ketidaksukaan, takut saja jika lain kali ternyata lagu tersebut, di ruang dan waktu yang berbeda (dan sudah ditakdirkan oleh Yang Maha Kuasa) akan menyentuh sisi sentimentil saya. Lagipula saya ini penganut Cinta Pada Pandangan Pertama garis keras. #Noted

It's totally different ketika contoh nih ya, contoh.. kamu lagi belanja di pasar tradisional misalnya trus tiba-tiba denger lengkingan James Morrison, entah di sudut mana Please Don't Stop The Rain-nya James membuat kamu menjatuhkan isi keranjang belanjaan lalu lari-lari keluar menjala hujan. Atau pas lagi makan bakso yang lagi mangkal di taman, lagi enak-enak duduk di kursi plastik dengan posisi lagi nyuap mie dan bakso yang entah berboraks atau tidak, dadakan abang baksonya muter lagu Jim Morrison "people are strange, when you’re a stranger. Faces look ugly when you’re alone". Dan dengan ketersedakanmu nelan bakso, kamu gak sadar megangin tangan si abang yang lagi nuang kuah ke mangkok, kamu menyadari bahwa lagu tersebut menampar-namparmu, mencekat kuat rongga tenggorokanmu. *Bang..bang...aer bang!*
Kamu juga gak bisa nolak menerima momen terhenyak best ever, ketika lagi gelayutan manja di dada penjaga busway yang berbulu abon alami seperti Ridho Rhoma, pengemudi busway lagi muter lagunya U2 Stuck in the Moment, sedangkan di luar emang lagi macet parah., lalu kamu kemudian menikmatinya. Tanpa tendensi, tanpa aba-aba, lagu-lagu diluar sana menemukan caranya sendiri untuk mengikat mesra dengan jiwamu.

Besoknya lagi saya bilang ke teman saya, "Sting is awesome". Maksud saya memang karena dia semakin tua semakin jadi. Besides, karya-karyanya sih gak ada yang meragukan enak di dengar (untuk kondisi kejiawaan yang sudah settled), Yak yang 60th generation, mana suaranyaaaa?. Lagunya enak yang dalam arti orang Jawa lagi makan menu Jawa Timuran di tengah sawah, lagi laper-lapernya, dan angin sepoi-sepoi mentowel-towel manja. *Ya seperti towelannya Manis Manja Group itu*. Ya gitu deh. Ternyata teman saya juga menyukai Sting in his previously time and still by now. Lalu kemudian, dia menjejalkan judul-judul lagu Sting yang ngehits. Saya sekali lagi yang buta musik-musik jaman dulu, merenung hening. Saya tidak akan bisa tersentuh dengan cara-cara tersebut. Lagi.

Pernah suatu saat, ada pelaku yang mengirimkan lagu berjudul Broken Angel ke aplikasi Messanger saya. Bukan miliknya Boyce Avenue, tapi milik no name, yang saya dengar lebih seksama ternyata berbahasa Persia. Saya accept lah, karena yang ngirim teman baik saya (kalau di decline kan patah ntar hatinya *ngok!). Saya pasti yakin ia seselera dengan saya. Ketika didengarkan, bruakakakakak *ketawa ngeri* itukan lagu yang sering diputer banci-banci ngamen di depan kosan saya!. Buru-buru saya menghapusnya, suka merinding ih dengar kata banci.

Atau pernah kapan tahun, saya lagi bbm-an dengan salah satu teman yang jadi juru tulis media. Seleranya musik-musik Inggris di jamannya masih SMP (yang juga jaman saya juga). Dia menyembah Radiohead garis keras-tak-bisa-dibengkokkan. Kalau sudah begitu, saya mengiyakan saja puja-puji dia tentang band yang masuk list Rolling Stone dalam kategori The Greatest Artist of All Time. Selanjutnya dia merentet sejumlah judul yang membuat dia "gila". Sejujurnya saya juga ingin merasakan kegilaan saya yang seperti itu. Music inspires you to get crazier, wilder, stronger, lupa menengok kanan-kiri, dan terus berjalan mendongak melawan matahari. Tapi mungkin belum saatnya libur telah tiba, kata Tasya. Udah ah, serius nih mau akhir paragraf. Mungkin, seperti yang James Morrison (in case you're wondering James bukan anak apalagi sodaraan ama Jim Morrison ya) bilang dalam lagunya I'm not lost, just undiscovered...

Entah kenapa juga ada yang seribet ini ngurusin suka lagu apa, band apa, musik genre keras atau lembut seperti apa sekalipun. Hehe saya itu, saya yang lagi rempong. Kalau saya tak serempong ini, saya hanya akan  mau bilang lagunya Ayu Ting-Ting itu cocok untuk karaokean, dan Rihanna dengan Take a Bow itu cocok buat perempuan yang sok tegar habis disakiti sama pacarnya abis-abisan *tapi sudahnya balikan lagi*. Oups!



--Kimmi--

1 comment:

Huda Tula said...

aku suka James morisson yang wonderful world. Sama lagunya details in the fabric feat Jason mraz.

There was an error in this gadget

Follow